Jalan Panjang Menuju Suka Miskin yang Semakin Dekat

0

Siapa yang tak kenal  dengan Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) kelas 1 Suka Miskin,Khususnya bagi mereka pejabat, dan koruptor kelas kakap, pasti sudah mengetahui Lapas yang terletak di Jl. A.H. Nasution No.114, Cisaranten Bina Harapan, Kec. Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat , mungkin juga termasuk Zulkifli Adnan Singkah  walikota Dumai yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK).

Pemanggilan Zul As, sapaan akrab walikota Dumai sebagai tersangka oleh KPK mengisyaratkan jika lembaga anti Rasuah ini sudah mempunyai bukti yang kuat  dan serius ingin memindah rumahkan Zul as dari kediamannya sekarang rumah dinas walikota ke rumah baru yakni Lapas suka miskin, Lapas khusus bagi koruptor kelas kakap.

Seperti diketahui KPK sebelumnya menetapkan Zulkifli sebagai tersangka kasus dugaan suap mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Selain itu, Zulkifli juga disangkakan menerima gratifikasi.

Dalam kasus pertama, Zulkifli diduga memberikan Rp 550 juta kepada Yaya untuk mengurus DAK pada APBN-P tahun 2017 dan APBN tahun 2018 untuk Kota Dumai. Sedangkan untuk perkara kedua, yaitu gratifikasi, Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta.

Zulkifli disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junctoPasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan untuk perkara kedua, Zulkifli dijerat dengan Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Menyimak sangkaan pelanggaran undang undang tindak pidana korupsi tentu wajar saja kalau hampir seluruh elemen masyarakat mempunyai prediksi kalau Zul As sulit untuk bisa lepas dari jeratan hukum yang akan menghampirinya,

Karir nya yang terbilang cemerlang saat menjadi seorang birokrat hingga menuju Kepala daerah tercoreng sudah akibat ulah dan perbuatan nya sendiri.

Bahkan menurut kabar yang beredar pemanggilan sebagai tersangka oleh KPk sudah yang ketiga kalinya, mengisyaratkan jika jalan menuju suka miskin sudah semakin dekat.

Prediksi ini berdasarkan setiap kasus yang ditangani oleh KPK , jarang bahkan boleh dikatakan tidak ada yang pernah lolos atau selamat dari kejaran lembaga anti rasuah ini.

Kita hanya bisa menunggu kabar dan tetap berharap agar sang Penguasa Dumai ini tetap diberi ketabahan.

Tulisan opini : Afran Arsan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *