Siak, Mimbarnews.com – Polsek Minas, Polres Siak, kembali menggelar program Police Goes to School sebagai upaya memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya membangun karakter positif, disiplin, serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, termasuk praktik judi online.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB di SMP Negeri 6 Minas, Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.
Hadir dalam kegiatan tersebut Panit 1 Binmas Polsek Minas Ipda Suherwanto, Bhabinkamtibmas Kampung Rantau Bertuah Aiptu Andri Azmi, Kasi Humas Polsek Minas Bripka Johan Sitompul, Brigadir Dona Cania, Penghulu Kampung Rantau Bertuah Muslim Saragih SP, Ketua Bapekam Abdul Saputra, Kepala Dusun Suka Maju Arsi Nurpajri, Kepala SMPN 6 Minas Tesiyani, S.Pd., serta para orang tua dan wali murid.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Minas memberikan penyuluhan kepada para siswa mengenai pentingnya memiliki sikap mental yang baik, mematuhi norma-norma sosial, serta menjaga perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di lingkungan masyarakat.
Selain itu, para pelajar juga diberikan pemahaman mengenai bahaya judi online, penyalahgunaan media sosial, serta berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan mereka.
Kapolsek Minas Kompol Syahrizal mengatakan, program Police Goes to School merupakan salah satu langkah preventif kepolisian dalam membangun kedekatan dengan kalangan pelajar sekaligus memberikan edukasi sejak dini.
"Melalui kegiatan Police Goes to School ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta membentuk karakter generasi muda yang berakhlak baik. Kami juga mengajak seluruh pelajar untuk menjauhi judi online, penyalahgunaan media sosial, narkoba, bullying, dan berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan mereka," ujar Kompol Syahrizal.
Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, pemerintah kampung, dan para orang tua sangat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari pengaruh negatif.
"Kami berharap seluruh elemen masyarakat terus bersinergi dalam mengawasi dan membimbing anak-anak agar tercipta lingkungan sekolah yang aman, tertib, serta bebas dari judi online dan perilaku menyimpang lainnya. Pelajar adalah aset bangsa yang harus kita jaga bersama," tambahnya.
Kegiatan berlangsung hingga pukul 11.30 WIB dalam suasana interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti penyuluhan dan berdialog dengan personel kepolisian mengenai berbagai persoalan yang kerap dihadapi remaja.
Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para pelajar untuk lebih bijak dalam bergaul, memanfaatkan teknologi secara positif, serta fokus meraih prestasi demi masa depan yang lebih baik.***