Siak, Catatanriau.com – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan jajaran Polsek Minas, Polres Siak. Melalui kegiatan monitoring dan pendampingan kepada petani, Bhabinkamtibmas Kampung Mandiangin Aipda Andriansya Putra melakukan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil di lahan milik warga bernama Rita yang berada di Jalan Banjar Sebelas, Dusun Makkaib, Kampung Mandiangin, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.18 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung dan mengawal program ketahanan pangan yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui tanaman jagung pipil yang ditanam dengan sistem tumpang sari di atas lahan seluas sekitar satu hektare tersebut telah memasuki usia tanam 39 hari. Secara umum kondisi tanaman terlihat tumbuh subur dengan daun berwarna hijau dan batang yang cukup besar.
Meski demikian, pertumbuhan tanaman belum sepenuhnya merata. Tinggi tanaman bervariasi, mulai dari 35 sentimeter, 50 sentimeter, 70 sentimeter hingga mencapai sekitar 170 sentimeter. Untuk mengatasi kondisi tersebut, petani telah melakukan penyisipan atau penanaman ulang pada tanaman yang pertumbuhannya kurang optimal.
Selain itu, pemilik lahan juga telah melakukan pemupukan menggunakan pupuk Urea dan NPK guna mendukung pertumbuhan tanaman agar lebih maksimal menjelang masa produksi.
Kapolsek Minas, Kompol Syahrizal, mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap lahan-lahan pertanian masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir mendukung program ketahanan pangan. Melalui kegiatan pengecekan dan pendampingan ini, kami ingin memastikan tanaman yang dikelola masyarakat dapat tumbuh dengan baik sehingga mampu meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani,” ujar Kompol Syahrizal.
Ia menambahkan, berbagai langkah perawatan terus dilakukan untuk menjaga kualitas tanaman, mulai dari pembersihan gulma secara manual, pemberian pupuk lanjutan, hingga penyemprotan herbisida guna mengendalikan gangguan hama dan tanaman pengganggu.
“Kami juga mengingatkan petani untuk mengantisipasi genangan air yang dapat memengaruhi pertumbuhan jagung, terutama saat curah hujan meningkat. Dengan perawatan yang tepat, kami optimistis hasil panen nantinya dapat memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat,” tambahnya.
Adapun rencana tindak lanjut yang dilakukan pada lahan tersebut meliputi pembersihan gulma secara manual, antisipasi tergenangnya areal pertanian, pemupukan lanjutan menggunakan Urea dan NPK, serta penyemprotan herbisida untuk menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.***