Istana Siak Dipugar, Pemkab Siapkan Rp5 Miliar untuk Pelestarian Cagar Budaya

Kamis, 05 November 2026 | 19:31:12 WIB

Siak, Mimbarnews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak bersama Kementerian Kebudayaan mulai melakukan revitalisasi dua bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Siak, yakni Istana Siak Assyerayah Al Hasyimiah dan Balairung Sri Kerapatan Tinggi.

Program revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp5 miliar tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 65 hari. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap warisan sejarah sekaligus menjaga keberadaan bangunan cagar budaya yang menjadi identitas masyarakat Melayu di Kabupaten Siak.

Dimulainya pekerjaan ditandai dengan doa bersama yang digelar di koridor belakang Istana Siak, Kamis (5/11/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Siak Afni Zulkifli, perwakilan Kementerian Kebudayaan, Balai Pelestarian Kebudayaan Riau, DPRD Siak, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), serta sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat.

Berdasarkan alokasi anggaran, sebesar Rp3 miliar diperuntukkan bagi revitalisasi Istana Siak, sementara Rp2 miliar lainnya dialokasikan untuk pembenahan Balairung Sri Kerapatan Tinggi.

Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, revitalisasi kedua bangunan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menjaga dan merawat peninggalan sejarah Kesultanan Siak agar tidak mengalami kerusakan dan tetap lestari.

"Ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban kami sebagai pemimpin untuk memelihara peninggalan Sultan Siak," ujar Afni.

Ia menegaskan, Istana Siak bukan sekadar bangunan tua atau objek wisata sejarah. Lebih dari itu, istana tersebut merupakan simbol kejayaan Kesultanan Siak sekaligus warisan leluhur yang memiliki nilai historis dan budaya bagi masyarakat Melayu.

Karena itu, menurutnya, pelestarian bangunan bersejarah tersebut tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Dalam proses pengerjaan, revitalisasi Istana Siak akan difokuskan pada sejumlah bagian bangunan yang kondisinya mulai mengalami kerapuhan. Beberapa pekerjaan yang direncanakan meliputi perbaikan bagian bangunan serta pembenahan dan pengecatan dinding.

Afni juga mengingatkan agar seluruh koleksi dan benda-benda peninggalan sejarah yang tersimpan di dalam istana mendapat pengawasan ekstra selama proses revitalisasi berlangsung. Pengamanan tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi potensi kerusakan maupun kehilangan benda bersejarah.

Seiring dimulainya pekerjaan, Istana Siak akan ditutup sementara dari aktivitas kunjungan masyarakat dan wisatawan hingga proses revitalisasi dinyatakan selesai.

Tak hanya melakukan pembenahan fisik, Pemkab Siak juga berencana menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur tata tertib bagi pengunjung istana. Salah satu ketentuan yang direncanakan berkaitan dengan penggunaan pakaian yang mencerminkan penghormatan terhadap adat dan budaya Melayu.

Dalam aturan tersebut, pengunjung laki-laki direncanakan diwajibkan mengenakan tanjak, sedangkan pengunjung perempuan menggunakan hijab yang menutup aurat.

Sementara itu, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Riau, Budi Eka Putra, menyampaikan bahwa revitalisasi tersebut merupakan bagian dari program strategis pemerintah dalam memperkuat upaya perlindungan dan pelestarian cagar budaya di Indonesia.

Di Provinsi Riau, program serupa juga dilaksanakan di kawasan Candi Muara Takus, Kabupaten Kampar.

Prosesi dimulainya revitalisasi Istana Siak diawali dengan pembacaan tahtim, tahlil, serta doa bersama yang ditujukan kepada para Sultan Siak, pendiri Kerajaan Siak, dan para pemimpin negeri. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelepasan tutup jendela istana yang akan diperbaiki.

Melalui revitalisasi ini, diharapkan Istana Siak Assyerayah Al Hasyimiah dan Balairung Sri Kerapatan Tinggi dapat terus terpelihara sebagai bukti sejarah kejayaan Kesultanan Siak.

Lebih dari sekadar mempercantik bangunan, revitalisasi tersebut diharapkan mampu menjaga warisan budaya Melayu agar tetap dikenal, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi mendatang, sekaligus memperkuat daya tarik wisata sejarah Kabupaten Siak.***

Terkini