Rokan Hilir -Mimbar News.com. Di tengah semangat baru mengemban amanat negara, sosok Kapolri Baru jendaral Pol. Suyudi A.S. menggaungkan komitmen tegas sebagai penegak hukum yang humanis dan berintegritas.
Namun ironi terjadi di Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Di saat Mabes Polri mengumandangkan bersih-bersih, praktik perjudian jenis Toto Gelap (Togel) justru semakin semarak, terstruktur, dan terkesan kebal hukum.
Fenomena ini menjadi sorotan tajam Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kabupaten Rokan Hilir. Ketua AWI Rohil, Mahluddin Ritonga, menilai maraknya togel di Rohil adalah ujian pertama dan tolok ukur keseriusan reformasi yang dijanjikan Kapolri baru.
Komitmen Kapolri Baru: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Puncak Karir
Dalam pernyataan resminya yang viral di hadapan Komisi III DPR RI, Kapolri Baru Jenderal Suyudi A.S. menegaskan filosofi kepemimpinannya yang patut dicatat seluruh jajaran hingga ke Polres:
"Bagi saya, jabatan Kapolri bukanlah puncak karir, jabatan Kapolri adalah puncak tanggung jawab. Karena bagi saya menjadi polisi adalah kehormatan, memimpin Polri adalah amanah, dan mengabdi bersama masyarakat adalah tujuan," cetusnya.
Lebih tegas lagi, Suyudi memberikan garis demarkasi yang jelas terhadap praktik penyimpangan anggota di lapangan
"Anggota tidak boleh dipaksa mencapai target dengan cara yang melanggar hukum, sebaliknya tidak ada tekanan pekerjaan yang dapat menjadi pembenaran untuk memeras, menerima suap, merekayasa perkara, menjadi backing kegiatan ilegal atau menggunakan kekerasan secara sewenang-wenang," tegasnya.
Semangat yang ia hidupkan sangat sederhana namun fundamental.Tidak arogan, tidak berbohong, tidak menyalahgunakan kewenangan dan tidak menyakiti masyarakat.
Fakta Lapangan: Togel masih menjamur hingga menggunakan HP sampai dengan saat ini belum tersentuh hukum
Fakta di lapangan berbanding terbalik dengan cita-cita tersebut. Judi togel di Rohil, hampir merata di tiap tiap kecamatan masih berlangsung rapi sejak pergantian Kapolri baru. Bahkan sebelumnya, bisnis ilegal ini sudah lama beroperasi secara terang-terangan, melenggang dengan sistem yang terstruktur.
Omsetnya diduga mencapai miliaran rupiah per minggu. Namun anehnya, penindakan hukum tidak pernah menyentuh aktor intelektual, bandar besar, di duga ada oknum backing di belakangnya.
Ini jelas bertolak belakang dengan visi Kapolri baru yang ingin Polri dinilai bukan dari slogan dan aplikasi, tapi dari rasa keadilan yang dirasakan rakyat:
"Masyarakat lebih aman, laporan lebih mudah diterima, pertolongan datang lebih cepat, perkara lebih pasti, korban terlindungi, hukum diterapkan adil, dan penyimpangan dapat dikoreksi tanpa harus menunggu viral."
Tiga Tuntutan Tegas AWI Rohil
Ketua AWI Rohil, Mahluddin Ritonga mempertanyakan, jika semangat Kapolri baru adalah "Polri yang kuat bukan karena ditakuti melainkan karena dipercaya" lalu mengapa masyarakat Rohil sampai hari ini masih menyaksikan togel buka terang-terangan di warung kopi?
Maka dari itu, AWI Rokan Hilir menyatakan sikap:selaku kontrol sosial dan corong masyarakat
1. Mendesak Kapolri Baru untuk membuktikan ucapannya dengan memerintahkan Propam dan Bareskrim Polri untuk melakukan audit investigatif terhadap jajaran Polres Rohil terkait dugaan pembiaran dan backing judi togel.
2. Mendesak Kapolda Riau untuk melakukan operasi besar-besaran penutupan total jaringan togel se-Kabupaten Rokan Hilir, bukan sekadar operasi simbolik menangkap juru tulis.
3. Meminta Kapolres Rokan Hilir untuk memberantas segala bentuk perjudian dan melakukan sapu bersih tanpa pandang bulu di seluruh wilayah hukum Rohil.
"Cita-cita Polri itu sederhana, ketika anak melihat polisi ia merasa aman bukan takut. Hari ini anak-anak di Rohil melihat togel itu aman-aman saja, dibiarkan hidup di tengah masyarakat. Ini yang melukai hati rakyat dan merusak moral generasi," tegas Mahluddin Ritonga.05/11/2026.
AWI Rohil menegaskan akan terus mengawal pernyataan Kapolri baru ini sebagai standar moral institusi.
Jika dalam 14 hari ke depan tidak ada penindakan nyata terhadap bandar besar togel di Rokan Hilir, maka masyarakat Rokan Hilir secara resmi meminta kepada Kapolri untuk mengevaluasi dan memindah-tugaskan Kapolda Riau dan Kapolres Rokan Hilir yang dinilai tidak mampu menjalankan tugas dan amanah negara.
Masyarakat Rokan Hilir menaruh harapan besar kepada Kapolri baru. Kami melihat gebrakan nyata yang telah dilakukan, seperti penangkapan kasus besar narkoba di Aceh yang baru-baru ini viral. Kami yakin, dengan ketegasan yang sama, perjudian di Rokan Hilir juga bisa diberantas hingga ke akar-akarnya.