Kolaborasi Lembaga Investigasi Advokasi Aktifis Dan Media Lepas Keberangkatan Aktifis Nasional Ke Pekanbaru

Kolaborasi Lembaga Investigasi Advokasi  Aktifis Dan Media Lepas Keberangkatan Aktifis Nasional Ke Pekanbaru

MimbarNews.com - Beberapa Perwakilan Lembaga Investigasi Seperti Forum Aksi Bersama Rakyat Sumatera Utara, LSM Penjara Indonesia Sumatera Utara, Gabungan Awak Media Medan Bersatu (GAMMB) melepas keberangkatan Aktifis Nasional Saharuddin ketua Umum Komunitas Sedekah Jum'at (KSJ) dan koordinator Nasional Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (Gerbrak) untuk menindak lanjuti pernohonan pendampingan korban TPPO atas nama Nabila Aisyah, Selasa (30/12/2025).

Awaluddin Harahap bersama Rahmadsyah,Taufik Hidayat Aktifis yang tergabung dalam Kolaborasi Lembaga Investigasi Advokasi Dan Awak Media Nezza Syafitri Nasution Orang Tua Korban TPPO mengatakan aksn berkordinasi dengan Satgas Perlindungan dan Perempuan Anak (PPA) Kota Medan maupun Sumatera Utara

"Bagi bagi tugas bang, kami Di Medan dulu nanti kami nenyusul Bang Saharuddin setelah menyiapkan seluruh adminitrasi di sini," ungkapnya, Selasa (30/12/2025)

Sebelumnya di beritakan,  Nezza Syafitri Nasution Orang tua korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) memohon  pendampingan kepada Komunitas Sedekah Jum'at dan Gebrak

Nezza mengatakan diirinya berharap Kolaborasi dari KSJ, Gerbrak dan Gabungan Awak Media Medan Bersatu (GAMMB) untuk melakukan Pendampingan terhadap anaknya korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) mencakup layanan terpadu seperti konseling psikologis, rehabilitasi kesehatan dan sosial, advokasi hukum, pelaporan, dan reintegrasi sosial agar korban pulih dan kembali ke masyarakat.

Saharudin Ketua Umum KSJ mengatakan kesiapannya mendampingi Nezza Safitri Nasution ke Pekanbaru untuk kasus TPPO

"Insya Allah kita siap mendampingi Nezza Safitri Nasution, dimana anaknya menjadi korban TPPO di pekanbaru," ungkapnya, Minggu (28/12/2025)

Sebelumnya Nezza Safitri Nasution mengatakan bahwa Minggu Malam Sekitar Jam 21.38 Wib (6/7/2025),anak kandungnya korban TPPO (Nabila Aisyah) dan sherlock lokasi kejadian Serta nomor WhatsApp diduga korban penyekapan.

Adapun dua Wanita Yang masih bawah umur diduga korban, yakni sdr.Nabila Aisyah (17), dan sdr.Nia Permata Sari Simatupang (18).

Nabila Aisyah (17) mengaku disekap, di tipu dalam hal dipekerjakan ke tempat hiburan malam yang sebutan cafe remang² dan disuruh untuk menggunakan baju Sex sambil disuruh melayani tamu para laki-laki hidung belang, di sebuah usaha cafe remang² milik Ririn tersebut yang berada di wilayah lipat kain kecamatan kampar kiri kabupaten Kampar provinsi Riau.

Kemudian, Nabila Aisyah (17) membenarkan dan menjelaskan kejadian tersebut kepada Athia wartawan dan mengaku ada lagi korban lainnya kerabatnya an. Nia Permata Sari Simatupang (18), sambil memohon untuk diselamatkan malam itu, Minggu (6/7/2025).

Saya sudah lolos dari cafe remang-remang milik Ririn dan Saya sedang perjalanan, kalau kawanku Nia Permata sari masih belum lolos, tolong bantu ya pak kasihan dia dikurung tadi, kami pun sempat disekap oleh dua orang laki-laki dan perempuan kalau perempuan namanya Yesi dan laki-laki bernama Brayan. Dan Ini nomor WA kawanku mohon bantu selamatkan ya pak ; keluhnya Nabila Aisyah pada malam itu, Minggu 6/7/2025

Lebih lanjut awak media melalui nomor WA Nia Permata Sari, juga membenarkan kejadian itu dan menjelaskan ;

Iy Pak, benar perisitiwa itu dan kawan saya sudah lolos setelah ada yang bayar ganti ongkos nya, dan saya masih di cafe remang² ini karena uangku belum ada, nggak dibolehkan pulang saya dari tempat usaha tempat cafe remang2 ini sebelum kubayar juga seperti kawanku.

Kami tidak tau Pak kalau kami dijual agensi untuk bos yang nyarik”kerja di usaha cafe remang2 seperti ini, rupanya kami dijual ke usaha cafe remang2 milik Ririn ini di wilayah lipat kain kec Kampar kiri, awalnya kami tidak tau sebelumnya., jelasnya Nia permata Sari sejak malam itu hingga pagi hari senin 7/7/2025.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index